kura-kura ( Tampilan ini harus didukung dengan program Flash )

Selasa, 26 Juli 2011

Sejarah Teori Gravitasi

Aristoteles percaya kalau benda yang lebih berat akan jatuh lebih cepat dari yang lebih ringan. Ini tentu anggapan yang masuk akal, bila anda memegang sebuah bulu di satu tangan dan batu di tangan lainnya dan menjatuhkannya secara serentak dari satu ketinggian, maka batu akan menimpa jari kaki anda lebih dulu. Ini tentu saja karena hambatan udara, namun bagi Aristoteles itu jelas kalau benda berat jatuh lebih cepat.

Karya modern pada teori gravitasi dimulai dengan karya Galileo Galilei di akhir abad ke 16 dan awal abad ke17. dalam percobaan terkenalnya ia menjatuhkan bola-bola dari menara pisa, dan kemudian dengan pengukuran yang teliti pada bola yang turun pada sudut tertentu, galileo menunjukkan kalau gravitasi mempercepat semua benda pada tingkat yang sama. Ini adalah kemajuan besar dibanding keyakinan Aristoteles kalau benda berat jatuh lebih cepat. (Galileo dengan benar mengatakan kalau hambatan udara adalah alasan mengapa benda yang ringan jatuh lebih lambat dalam sebuah atmosfer.) karya Galileo memicu perumusan teori gravitasi Newton.

Sifat dari gaya gravitasi telah dipelajari oleh ilmuan bertahun-tahun dan masih diselidiki oleh fisikawan teoritis. Untuk sebuah benda seukuran pesawat terbang, penjelasannya telah diberikan tiga ratus tahun lalu oleh Sir Isaac Newton dan cukup baik. Newton mengembangkan teori gravitasinya saat ia baru berusia 23 tahun dan menerbitkan teori-teori dengan hukum geraknya beberapa tahun kemudian. Gaya gravitasi antara dua benda tergantung pada massa benda dan kebalikan kuadrat jarak antara benda. Benda yang lebih besar menghasilkan gaya yang lebih besar dan semakin jauh kedua benda, semakin lemah gaya tariknya. Newton mampu menunjukkan hubungan ini dalam satu persamaan.

F = -G Mm/r^2

Percepatan gravitasi benda di luar bumi

Dapat ditunjukkan kalau percepatan karena gravitasi di luar bola dengan kepadatan sama adalah setara dengan seluruh massa benda bila ia terkonsentrasi pada pusatnya.

Menggunakan ini kita dapat menunjukkan percepatan karena gravitasi (g') pada jari-jari (r) diluar bumi dalam bentuk jari-jari bumi (re) dan percepatan karena gravitasi di permukaan bumi (g)

g'= g re^2/r^2


Percepatan gravitasi di dalam bumi

Misal r menyajikan jari-jari sebuah titik di dalam bumi. Rumus menemukan percepatan karena gravitasi pada titik ini adalah:

g' = rg/re

dalam kedua rumus diatas, g' menjadi sama dengan g saat r = re.

Newton juga memodifikasi hukum gerak planet Keppler ketiga dengan teori gravitasinya sehingga hukum ketiga menjadi

(m1 + m2) P2 = 3 (d1 + d2) = 3R

Hasil modifikasi ini ternyata lebih benar.

Setelah penemuan kalkulus tak hingga di abad ke 17, perkembangan analisis memungkinkan merumuskan hukum gerak dan kesamaan dalam prinsip variasional, berpuncak pada tafsiran variasional persamaan medan Einstein dalam relativitas umum oleh David Hilbert.

Selanjutnya Kip Thorne mempelajari mengenai big bang dan lubang hitam. Alam semesta memiliki benda dan fenomena yang terbentuk dari ruang dan waktu terlipat. Contohnya adalah lubang hitam dan singularitas big bang dari mana alam semesta lahir. Alat ideal untuk menjelajahi sisi terlipat alam semesta ini adalah radiasi yang muncul dari ruang waktu terlipat tersebut: “gelombang gravitasi”.

Gelombang gravitasi adalah golakan dalam kelengkungan ruang waktu yang dipicu dengan laju cahaya menembus ruang kosong. Massa yang bergerak adalah sumber dari gelombang gravitasi. Penemuan gelombang gravitasi akan membenarkan salah satu prediksi paling dasar relativitas umum Einstein, sekaligus memberikan jendela baru pada alam semesta.

Selasa, 11 November 2008

Eleusine Indica adalah gulma yang bermanfaat


Klasifikasi
Kingdom : Plantae (tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (berpembuluh)
Superdivisio : Spermatophyta (menghasilkan biji)
Divisio : Magnoliophyta (berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub-kelas : Commelinidae
Ordo : Poales
Familia : Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus : Eleusine
Spesies : Eleusine indica (L.) Gaertn
Rumput ini pernah jadi bahan dasar karya tulis aqu dan anis saat kelas XI. Ide karya tulis ini dari guru biologi kami yaitu Bu Sri Utakari Amanah. Menurut pengalaman dari nenek beliau bahwa rumput liar yang waktu itu belum diketahui namanya punya khasiat bisa menyembuhkan penyakit typus. Suatu hari, saat pelajaran biologi selesai, aqu tanya bu UT ( panggilan akrab guru biologiqu ) tentang rumput yang dimaksud. Lalu, bu UT menunjuk rumput yg tumbuh di dekat kolam ikan bahwa rumput itu yg beliau maksud,tapi bu UT ngga tau apa jenis rumputnya. Pulang sekolah, aqu dan anis ke warnet. Akhirnya kami tau jenis apa rumput yg kata bu UT punya khasiat menyembuhkan penyakit typus. Rumput itu punya nama rumput jampang atau rumput belulang atau Eleusine Indica. Di internet diketahui kalo rumput tersebut memang benar dapat menyembuhkan typus dan ternyata masih banyak manfaat lain antara lain bisa menyembuhkan perut kembung,mencret, dan dapat dijadikan antibiotik. Rumput ini punya ciri :
1. Tumbuh liar, biasanya di lapangan atau pinggir jalan
2. Akarnya sangat kuat
3. Tinggi mencapai 80cm
4. Daun berbentuk pita dan berseling
5. Bunga berbentuk seperti payung, berwarna hijau muda atau putih kehijauhan
Rumput ini bermanfaat karena punya kandungan kimia yaitu mengandung saponin, tanin, polifenol, protein dan lemak. Allah Maha Besar rumput liar saja yang banyak orang tidak suka akan keberadaanya ternyata mempunyai manfaat besar bagi manusia.
Hal ini mendorong kami untuk mengadakan penelitian apa benar rumput ini dapat menyembuhkan penyakit, terutama typus apa yang telah dikatakan bu UT. Kami berencana untuk mengambil sampel darah dari orang yang terkena penyakit typus di rumah sakit dan selanjutnya ditetesi air rendaman dari Eleusine Indica. Kami ingin tahu apakah bakteri yang menyebabkan penyakit typus itu mati atau tidak setelah ditetesi air dari rumput jampang. Tapi, saat di kos anis kami ngobrol dengan orang yang bekerja sebagai analisis kesehatan, dia mengatakan bahwa bakteri penyebab typus tidak akan kelihatan dengan miskropkop biasa. Bakteri itu dapat dilihat dengan alat yang sekarang hanya ada di Semarang atau di Jakarta. Akhirnya kami tidak jadi untuk melakukan penelitian itu. Kami hanya membuat karya tulis dengan judul khasiat rumput Eleusine Indica tersebut berdasarkan sumber dari buku-buku dan internet saja.
Meskipun karya tulis kami tidak menang dalam lomba karya tulis, tapi kami ngga mempersoalkanya karena dengan ini, kami bisa dapat ilmu dan tentunya pengalaman. ^_^